LESS … is MORE …

Have you ever imagine that the world we live in has less everything that negative?

Less negative thought.

Less anger.

Less selfishness.

Less hatred.

How wonderful the world would be?


Unfortunately, there’s still a lot of negativeness around us. The very simple example is hatred and anger. When we stuck in a traffic jam, how many people around us that can’t be patient. Almost everyone is consumed by anger. Horn sound everywhere. People yelling. And of course some will spit out inappropriate words.

To have a better world and of course with less negativeness in it means that we have to starts to change from our self first. We have to change our habit, especially the habit to response everything that happens to us. Become more patient and cool-headed person is the main key.


If everyone already cool-headed of course there will be less conflict in the world. The world will have more peace and everyone will live happily.

No more useless words that easily throw out from someone mouth also will helps a lot. Because most cases that happens starts from someone said useless word that offended the other person feeling.

This is concluded everthing rigth? The less negativeness is the world means there are more positive things in the world also. So LESS IS MORE

Or you can put is this way :

Less ….. Is More ……

Example : Less anger is More happiness.

You can fill the blank with everthing you want. Why don’t put comment in the comment section and let me know what comes to your mind.

Pikirkan lagi…

Coba Anda pikirkan lagi mana yang menurut Anda lebih baik. Kehidupan Anda atau kehidupan orang lain? Pekerjaan Anda atau pekerjaan teman Anda? Keuangan Anda atau keuangan sahabat Anda? Kesehatan Anda atau kesehatan saudara Anda?

Sudah Anda pikirkan? Bagaimanakah jawaban Anda untuk pertanyaan tersebut? Simpan dulu jawaban Anda untuk sekarang dan mari kita lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya.

Pertanyaan selanjutnya dari saya untuk Anda adalah seberapa pentingkah pemikiran atau pendapat orang lain tentang Anda? Tentang hidup Anda?

Sudah menentukan jawaban untuk pertanyaan kedua? Mari kita bahas lebih detail lagi kenapa saya melontarkan dua buah pertanyaan tersebut diawal.


Saya sama seperti Anda dan kebanyakan orang yang ada di dunia ini. Kita sudah terbiasa untuk membandingkan diri kita dengan sesama kita terutama dengan lingkup kecil kita. Apakah membandingkan itu salah? Apakah tidak boleh kita membandingan keadaan kita dengan orang lain? Menurut saya jawaban terbaik untuk pertanyaan tersebut adalah RELATIF.

Mengapa relatif menjadi jawaban terbaik? Alasannya sangat sederhana, jika dengan membandingkan akan membuat Anda semakin terpacu untuk menjadi lebih baik lagi, maka sudah jelas membandingkan diri kita dengan orang lain adalah langkah yang benar. Tapi bagaimana jika dengan membandingkan malah membuat kita semakin terpuruk karena kita minder dengan kehidupan kita sendiri? Sudah jelas membandingkan hanya membawa dampak negatif bukan?

Kemudian coba Anda bayangkan bila semua pembandingan itu menjadi acuan Anda untuk menjalani kehidupan Anda. Penilaian orang tentang Anda menjadi hal yang sangat penting untuk Anda dalam menjalani kehidupan Anda. Bagaimanakah lelahnya kehidupan yang Anda jalani?


Hidup ini adalah milik Anda. Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti memiliki masalah sendiri. Apa pun masalah yang terjadi di dalam kehidupan Anda, satu hal yang paling penting yang harus Anda ingat adalah jadilah diri Anda sendiri. Be yourself!

Jangan pernah menjadikan perbandingan dengan orang lain atau pemikiran orang lain tentang Anda menjadi acuan Anda dalam menjalani kehidupan Anda. Mengapa demikian? Jawabannya sangat sederhana, hidup Anda adalah milik Anda dan menjadi tanggung jawab Anda sendiri untuk bagaimana menjalani kehidupan Anda. Anda boleh membandingan atau menanyakan pendapat kepada orang lain. Tapi ingat bahwa semua kembali lagi kepada Anda untuk menjalani dan mengambil sebuah keputusan di dalam kehidupan Anda.

Tidak semua pendapat harus didengar dan diaplikasikan di kehidupan Anda. Ingat bahwa bukan kewajiban dan tanggung jawab Anda untuk membuat semua orang senang dengan diri Anda! Yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab Anda adalah menjalani kehidupan Anda sesuai dengan keinginan Anda, bukan keinginan orang lain.

Diri Anda layak untuk bahagia?

Mungkin ada beberapa dari Anda yang merasa aneh pada saat membaca judul artikel ini. Tapi pertanyaan itu adalah pertanyaan yang tepat untuk saya tujukan kepada Anda.


“Apa sih maksud penulis ini?”

“Gak jelas amat sih!”

Mungkin itu salah satu contoh pikiran yang bisa saja muncul di benak Anda saat Anda membaca judul artikel ini. Mungkin saja ada yang tidak suka dan langsung melewatkan artikel ini. Semua itu adalah hak Anda untuk berpendapat dan menentukan untuk meneruskan membaca artikel ini atau tidak.


Kembali lagi ke pertanyaan Saya untuk Anda :

“Diri Anda pantas untuk bahagia?”

Alasan saya membuat artikel ini sebenarnya sangat sederhana. Saya ingin membantu Anda untuk sadar bahwa Anda PANTAS untuk BAHAGIA. Semua orang didunia ini tanpa terkecuali, termasuk Anda, memiliki porsi yang sama untuk dapat merasakan kebahagian.

Kebahagiaan yang saya bahas di artikel ini bukan semata-mata hanya terpaku kepada materi saja. Apakah Anda sadar bahwa terkadang Anda hanya butuh hal atau momen yang kecil dan sederhana untuk dapat BAHAGIA?

Yang perlu Anda sadari adalah yang membuat Anda tidak bahagia adalah diri Anda sendiri, Mengapa saya berpendapat demikian? Karena seperti yang saya tuliskan di dalam artikel saya yang sebelumnya, saya tuliskan bahwa Anda adalah nahkoda di kehidupan Anda sendiri.

Bagaimana Anda menyikapi apa yang terjadi dihidup Anda menjadi pilihan Anda dan pastinya kalau Anda salah memilih pilihan untuk menyikapi suatu situasi yang terjadi, pasti Anda tidak akan merasa bahagia.

Satu hal yang dapat saya simpulkan dari pengalaman pribadi saya ketika mengalami masa dimana saya merasa tidak pantas untuk bahagia adalah Anda harus membuang jauh-jauh segala macam intimidasi dan pemikiran negatif yang datang menghantui Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan itu, tapi ingat bahwa Anda PANTAS UNTUK BAHAGIA. Jadi jangan biarkan pikiran Anda dan situasi disekeliling Anda yang mengatur hidup Anda.

Pantas kah…

Pernahkah terlintas dipikiran Anda bahwa Anda sedang menjalankan sesuatu proses yang mustahil untuk diselesaikan? Tujuan atau goal yang mempunyai target jauh melebihi batasan yang Anda mampu?

Lalu munculah pertanyaan di dalam benak Anda :

“Pantas gak sih ini gue perjuangin?”

“Masuk akal gak sini semua ini?”

“Gue harus gimana yah untuk mewujukan Goal itu?”

Dan pastinya saya yakin masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul di dalam benak Anda.


Pertanyaan yang saya sampaikan kepada Anda memiliki lingkup yang sangat luas. Tapi di artikel ini saya akan memilik topik yang spesifik yaitu pekerjaan Anda.

Hidup kita terlalu singkat untuk kita habiskan dengan mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai. Tapi kembali lagi Anda harus bekerja untuk mendapatkan sesuatu yang Anda inginkan. Hidup Anda tidaklah seperti sebuah permainan yang dapat Anda ulang setiap kali Anda bertemu dengan KEGAGALAN.

Hidup Anda akan terus berjalan baik Anda sukai atau tidak. Semua waktu yang terbuang tidak akan dapat dikembalikan seperti di dalam sebuah permainan. Jadi terapkan pikiran ini didalam pikiran Anda :

WORK THE JOB THAT YOU LOVE OR LOVE THE JOB THAT YOU’RE WORKING NOW!

Apabila Anda mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan atau potensi Anda, pastinya Anda tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan apabila Anda terjebak di situasi yang sama dengan hampir semua orang didunia ini, yaitu Anda mengerjakan pekerjaan yang tidak Anda sukai. Langkah terbaik yang dapat Anda lakukan adalah belajar untuk menyukai pekerjaan Anda!

Dengan belajar menyukai pekerjaan yang Anda kerjakan, Anda akan lebih mudah untuk mempelajari semua skill yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan setiap tantangan di pekerjaan Anda dan pada akhirnya Anda pasti akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang Anda inginkan.

Jadi kembali lagi ke pertanyaan Saya diawal kepada Anda.

“Pantaskah semua yang sedang Anda jalankan sekarang ini? “


Jika jawaban Anda adalah IYA, maka Anda sudah tahu apa yang harus Anda lakukan dan Anda berada dijalan yang tepat untuk Anda. Apabila jawaban Anda adalah TIDAK, maka coba pertimbangkan kembali semua yang sudah Anda lalui dan mulai memilih jalan yang lebih baik. Dan Anda harus menerapkan pola pikir seperti ini :

Hope for the BEST but always prepare for the WORST!

Dengan Anda selalu menyiapkan diri Anda untuk mengalami segala macam kondisi terburuk pastinya Anda juga akan menyiapkan beberapa opsi pilihan untuk Anda.

Keajaiban di waktu tak terduga


Pernahkah Anda merasa bahwa Anda sedang berada di kondisi yang tidak menyenangkan? Atau Anda merasa bahwa Anda sedang berada di titik rendah di hidup Anda? Anda merasa seperti Anda sendiri dalam menjalani kehidupan ini?

Kabar baik untuk Anda adalah Anda bukanlah satu-satunya orang yang mengalami atau merasakan hal tersebut. Banyak diantara kita yang bahkan menyerah di kala terjebak di posisi ini.

Tapi apakah Anda mau menjadi pecundang dan membiarkan suasana sekeliling Anda dan pemikiran Anda menang atas hidup Anda?


Anda adalah NAHKODA kapal di dalam hidup Anda!

Semua yang terjadi di hidup Anda tidak jauh adalah hasil dari sebab dan akibat pilihan yang Anda pilih sebelumnya. Contoh paling sederhana seperti ini :

Anda tahu besok ada meeting di pagi hari tetapi Anda lebih memilih untuk bergadang di malam harinya untuk mendukung tim unggulan Anda bertanding. Alhasil yang Anda dapat adalah kemungkinan besar Anda akan kesiangan dan pastinya memberikan efek domino yang negatif untuk kegiatan Anda sepanjang hari tersebut.

Jadi daripada Anda mengeluh tentang bagaimana suramnya hidup Anda, lebih baik Anda memikirkan bagaimana Anda harus menyikapi segala situasi yang terjadi dan menjalani hidup Anda dengan penuh rasa bersyukur. Jalani tiap detik dihidup Anda dengan mensyukuri semuanya dan percayalah keajaiban itu dapat muncul dari mana saja dan kapanpun itu.

Kualitas lebih baik daripada Kuantitas

Zaman sekarang hampir semua orang terpaku dengan sosial media. Eksistensi menjadi sebuah keharusan. Berbeda dengan zaman dahulu dimana kebersamaan menjadi sebuah KEHARUSAN.

“Berapa followers elu?”

“Udah dapat berapa like nih?”

“Eh lama gak ketemu, IG elu apa?”

Itu adalah beberapa contoh pertanyaan yang pastinya sudah lumayan sering Anda dengar sekarang ini. Ironisnya bukan kabar lagi yang menjadi fokus utama apabila bertemu dengan kawan lama melainkan eksistensi yang menjadi fokus.

Tapi apakah benar itu lebih baik? Apakah benar itu yang dibutuhkan? Apakah eksistensi lebih penting daripada bertegur sapa dengan sesama? Manakah yang lebih penting?

Mari coba kita lakukan sebuah eksperimen sosial dimana Anda terlibat langsung dengan eksperimen tersebut. Berikut ini adalah skema eksperimen sosial yang akan dilakukan.

Coba Anda sembunyikan tanggal ulang tahun Anda dari sosial media Anda? Berapakah ucapan selamat ulang tahun yang Anda terima di hari Anda berulang tahun? Masih sebanyak seperti sebelum Anda sembunyikan? Atau hanya berkurang sedikit saja? Atau bahkan Anda tidak mendapatkan ucapan selamat ulang tahun sama sekali?

Hal tersebut sudah saya lakukan sejak lama dan terbukti bahwa dimedia sosial saya tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Bahkan dari teman yang sangat dekat dengan saya (sahabat) selama masa sekolah (SMA) sampai dengan kuliah.

Sahabat sejati adalah orang yang akan selalu mengingat hal kecil seperti contohnya tanggal ulang tahun Anda walau di sosial media Anda tidak tercantum lagi tanggal ulang tahun tersebut. Pasti sahabat Anda akan selalu ingat untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anda saat Anda berulang tahun.

Jadi manakah yang lebih penting bagi Anda? Eksistensi? Kuantitas? atau KUALITAS walau hanya sedikit yang Anda dapatkan?

Bagi Anda yang sudah mencoba berpartisipasi dengan eksperimen sosial ini silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar dibawah.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai