Zaman sekarang hampir semua orang terpaku dengan sosial media. Eksistensi menjadi sebuah keharusan. Berbeda dengan zaman dahulu dimana kebersamaan menjadi sebuah KEHARUSAN.
“Berapa followers elu?”
“Udah dapat berapa like nih?”
“Eh lama gak ketemu, IG elu apa?”
Itu adalah beberapa contoh pertanyaan yang pastinya sudah lumayan sering Anda dengar sekarang ini. Ironisnya bukan kabar lagi yang menjadi fokus utama apabila bertemu dengan kawan lama melainkan eksistensi yang menjadi fokus.
Tapi apakah benar itu lebih baik? Apakah benar itu yang dibutuhkan? Apakah eksistensi lebih penting daripada bertegur sapa dengan sesama? Manakah yang lebih penting?
Mari coba kita lakukan sebuah eksperimen sosial dimana Anda terlibat langsung dengan eksperimen tersebut. Berikut ini adalah skema eksperimen sosial yang akan dilakukan.
Coba Anda sembunyikan tanggal ulang tahun Anda dari sosial media Anda? Berapakah ucapan selamat ulang tahun yang Anda terima di hari Anda berulang tahun? Masih sebanyak seperti sebelum Anda sembunyikan? Atau hanya berkurang sedikit saja? Atau bahkan Anda tidak mendapatkan ucapan selamat ulang tahun sama sekali?
Hal tersebut sudah saya lakukan sejak lama dan terbukti bahwa dimedia sosial saya tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya. Bahkan dari teman yang sangat dekat dengan saya (sahabat) selama masa sekolah (SMA) sampai dengan kuliah.
Sahabat sejati adalah orang yang akan selalu mengingat hal kecil seperti contohnya tanggal ulang tahun Anda walau di sosial media Anda tidak tercantum lagi tanggal ulang tahun tersebut. Pasti sahabat Anda akan selalu ingat untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anda saat Anda berulang tahun.
Jadi manakah yang lebih penting bagi Anda? Eksistensi? Kuantitas? atau KUALITAS walau hanya sedikit yang Anda dapatkan?
Bagi Anda yang sudah mencoba berpartisipasi dengan eksperimen sosial ini silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar dibawah.